Rabu, 31 Oktober 2012

Persbul Buol Siap Ikuti Babak Play Off

Persbul Buol Siap Ikuti Babak Play Off

Rizki Daniarto - Jakarta



Persbul Buol Siap Ikuti Babak Play Off


Persiapan untuk menghadapi Babak Play Off terus dilakukan oleh Persbul Buol. Bahkan tim asuhan Kamaludin ini secara rutin menggelar latihan meski kompetisi Divisi Utama 2011-2012 telah usai. Latihan ini dilakukan dalam rangka persiapan untuk Babak Play Off yang rencananya akan digelar pada 29 September-3 Oktober 2012 mendatang.
Babak Play Off ini akan mempertandingkan tiga tim yang berada di peringkat kedua masing-masing grup Divisi Utama dan peringkat ke-11 Indonesian Premier League (IPL). Persbul Buol sendiri merupakan wakil dari Divisi Utama Grup 3. Klub ini akan bertarung bersama-sama PSLS Lhokseumawe (Grup 1), PSIR Rembang (Grup 2), dan Bontang FC (peringkat 11 IPL).
“Kami sebenarnya terus melakukan latihan. Kami juga siap untuk ikut Babak Play Off,” ujar Sekretaris Persbul Buol Iskandar A Nouk. Menurut Iskandar, timnya memang sudah berkoordinasi dengan tim-tim lain yang akan mengikuti babak ini. Timnya juga siap apabila pertandingan dihelat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Kami juga siap bila ada perubahan jadwal bila ada permintaan dari teman-teman klub lain,” imbuh Iskandar.
Menurutnya, timnya memang terus melakukan latihan rutin karena sesuai kontrak para pemain harus menyelesaikan pertandingan hingga akhir musim. “Dalam kontrak para pemain memang tidak disebutkan berakhir bulan apa, tapi akhir musim. Nah, karena Babak Play Off masih belum digelar, ya mereka harus tetap bermain untuk Persbul Buol,” jelasnya. Hanya saja dua pemain asing Persbul Buol, yakni Zou Bai Rou Darda dan Jorge Alberto Paredes tidak ikut latihan karena pulang ke negaranya masing-masing.(*) 

Kunjungan Bupati Buol ke Perwakilan BPKP Sulteng


Kunjungan Bupati Buol ke Perwakilan BPKP Sulteng 

Bupati Buol, dr. H.Amiruddin Rauf, SP.Og, MSi. berkunjung ke Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah untuk meminta arahan dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Sihar Panjaitan terkait Tata Kelola Pengelolaan Keuangan Daerah.



Dalam rangka persiapan pelantikan Bupati Buol bulan Oktober 2012, pada tanggal 3 Agustus 2012 pukul 15.00 WITA, Bupati Buol Terpilih periode 2012-2017 dr H.Amiruddin Rauf, SP.Og, MSi. yang akrab disapa dr. Rudi (mantan Direktur Rumah Sakit Undata Provinsi Sulawesi Tengah), yang menggantikan Bupati Buol yang lama Amran Batalipu (telah ditetapkan oleh KPK sebagai Tersangka), berkunjung ke Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah untuk meminta arahan dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Sihar Panjaitan terkait Tata Kelola Pengelolaan Keuangan Daerah.
Bupati Buol terpilih Amiruddin Rauf, memenangkan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Buol yang digelar pada tanggal 4 Juli 2012 lalu dengan perolehan suara sebanyak 36.436 suara atau 48,77 persen yang mengalahkan petahana Amran Batalipu perolehan 29.755 suara 39,83 persen yang kini ditahan KPK terkait kasus suap perizinan hak guna usaha dengan lahan kelapa sawit.
 
Dengan terpilih sebagai Bupati Buol, Rudi mendapatkan tanggung jawab untuk mengelola keuangan daerah sesuai dengan prinsip good government dan membenahi area yang menjadi kelemahan pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Kabupaten Buol.
 
Kaper BPKP Sulteng bersedia membantu Pemerintah Kabupaten Buol dengan syarat Bupati Buol harus berkomiten untuk melakukan Good Government melalui Wilayah Tertib Administrasi (WTA) menuju Wilayah Bebas Korupsi. Bila demikian, Perwakilan BPKP Sulteng siap mendukung untuk mem-breefing Bupati/Wakil Bupati Buol dalam waktu dekat ini, melalui perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pertanggungjawaban anggaran.
 
(Humas BPKP Sulteng)

Gubernur Minta Semua Elemen Dukung Bupati Buol

Gubernur Minta Semua Elemen Dukung Bupati Buol

** Amirudin Rauf dan Syamsudin Koloi Dilantik

AWAL LANTIK: Amirudin Rauf dan Syamsudin Koloi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buol oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang ditandai dengan penyematan tanda jabatan.
BUOL - Atas nama Presiden RI, Rabu kemarin (10/10) Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi, secara resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Buol periode 2012-2017, dr Amirudin Rauf dan DR Syamsudin Koloi. Pelantikan dilaksanakan pada rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Buol. Pelantikan ditandai dengan pembukaan sidang paripurna istimewa oleh Ketua DPRD Buol, Abdullah Batalipu. Gubernur Longki Djanggola saat menyampaikan sambutan, meminta kepada bupati dan wakil bupati yang baru saja dilantik, menyikapi secara baik arif dan bijak terhadap seluruh proses pembangunan di Kabupaten Buol saat ini. “Saya berharap sistem manajemen pemerintahan dan pembangunan daerah lebih ditata lagi, dengan meninggalkan praktik-praktik manajeman yang kurang baik. Mempertahankan dan mengembangkan yang telah baik dan sekaligus mencari dan menemukan format yang lebih baik. Itu yang diimplementasikan di masa akan datang,” pinta orang nomor satu Sulteng itu. Demikian terhadap jajaran birokrasi pemerintahan di Kabupaten Buol, serta pemerintah pusat yang ada di daerah dan seluruh elemen masyarakat, Gubernur Longki berharap agar dapat mendukung sepenuhnya bupati dan wakil bupati Buol yang baru saja dilantik, dalam menjalankan roda pemerintahan. “Dengan turut aktif, merasa memiliki serta gigih bersama memperjuangkan dan mewujudkan visi dan misi daerah, dengan menjabarkan dalam program kerja pembangunan di daerah yang kita cintai bersama ini,’’ kata gubernur. Diakui gubernur, umumnya wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah, memiliki potensi sumber daya alam yang relatif besar. Namun fenomena objektif menunjukan belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Baik dengan masih adanya persoalan mendasar, yang antara lain menyangkut kondisi dan kesejahteraan dan kualitas sumberdaya manusia yang masih relatif rendah. Selain itu, masih ada indikasi kerentanan ketahanan ekonomi daerah, infrastruktur yang belum mantap dan jauh dari memadai, terbatasnya kemampuan kelembagaan pemerintah daerah dan kelembagaan masyarakat. Kondisi ketentraman dan ketertiban masyarakat yang harus terus ditingkatkan, namun mengingat tujuan utama pemerintahan yang demokratis, di era otonomi daerah lebih dimaksudkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Maka tidak ada pilihan lain, kecuali segera ada langkah konkret kita bersama untuk berusaha tidak tertinggal, dengan meniadakan ketimpangan pembangunan di segala sektor. Melakukan lompatan-lompatan dalam kesetaraan daerah, sehingga diharapkan paling tidak di tahun 2020, kita dapat bersama sejajar dengan pemerintah daerah, maju melalui sektor agribisnis dan kelautan dengan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing,’’ harap Longki. Dipahami bersama lanjut gubernur, dalam upaya mewujudkan kejahteraan serta kemakmuran yang dibangun melalui kehidupan berdemokrasi politik, masyarakat berbangsa dan bernegara, tidak semudah membalikan telapak tangan. Perlu waktu dan proses, namun sebaiknya dalam waktu yang singkat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, sudah harus mampu berjalan secara lebih berdayaguna dan berhasilguna. Oleh karena itu, kata gubernur pemerintah Kabupaten Buol, perlu segera menerapkan prinsip pengelolaan tata pemerintahan yang baik. Harus profesional, transparan, akuntabel, berkeadilan, efesien, dan efektif serta bermartabat dengan mengaktualisasikan fungsi-fungsi manajemen pemerintahan dan pembangunan. ‘’Untuk itu, saya minta agar Bupati dan wakil Bupati Buol dalam melaksanakan tugas dapat secara sungguh-sungguh memperhatikan terhadap beberapa hal, sebagai daerah otonom Buol memiliki kewenangan untuk menggali potensi sumberdaya alam dan potensi sumber-sumber keuangan, mengelola dan menggunakan sendiri untuk penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan daerah ini,’’ kata gubernur. Ketergantungan terhadap pemerintah pusat, harus diimbangi dengan peningkatan PAD. Sehingga dengan kemampuan menggali potensi-potensi tersebut akan dapat memberikan kontribusi bagi PAD yang secara bertahap dapat benar-benar menjadi bagian dari sumber keuangan yang utama. ’’Dengan kemampuan menggali potensi yang ada, saya yakin daerah ini akan mampu lebih memacu pembangunan dimasa yang akan datang,’’ ungkap gubernur. Masih kata gubernur, penguatan daerah memerlukan sikap inovatif dan kreatif dari aparatur yang kapabel, berkualitas, handal, berkinerja baik, serta mampu bedisain dan melaksanakan semua program pembangunan daerah secara terintegrasi, efesien dan efektif. Untuk itu, pengembangan kapasitas aparat, gubernur meminta pemerintah kabupaten Buol dapat mempersiapkan bina aparatur dengan mengikutkan dalam berbagai pelatihan, baik secra formal, fungsional maupun struktural. Dalam proses pelantikan, usai pengambilan sumpah jabatan dan penyematan tanda jabatan, dilaksanakan penyerahan bantuan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) sebesar Rp6 miliar lebih, yang berbentuk bantuan peningkatan infrastruktur, bantuan infrastruktur dan prasarana kelembagaan dan sosial masyarakat serta bantuan alokasi khusus. Bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang terdiri dari program tugas pembantuan sebesar Rp13 miliar lebih, yang terdiri dari program pembangunan kawasan transmigrasi sebesar Rp10 miliar lebih, program pengembangan masyarakat kawasan transmigrasi sebesar Rp2,2 miliar lebih serta penempatan perluasan kesempatan kerja sebesar Rp794 juta. Selain itu, bantuan untuk masyarakat transmigrasi di wilayah Kecamatan Buka dan Kiloan berupa bantuan rehabilitasi sarana fasilitas umum dan sosial sebesar Rp200 juta, dan bantuna pengembangan usaha di pemukiman transmigrasi yang di antaranya terdiri dari hand tractor, perontok padi. Penyerahan bantuan diserahkan Menteri PDT Ir Helmy Faisal Zaini. (awl) Gubernur///// Menteri PDT Serahkan Bantuan di Buol

Menteri Dan Gubernur Hadiri Pelantikan Bupati Buol

Menteri Dan Gubernur Hadiri Pelantikan Bupati Buol

Palu (ANTARA) - Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola direncanakan menghadiri pelantikan Bupati Buol terpilih Amiruddin Rauf/Syamsuddin Koloi yang akan berlangsung Rabu (10/10).
Menteri bersama Gubernur dan rombongan, Selasa siang akan bertolak ke Buol menggunakan pesawat reguler.
"Sekarang sudah di bandara. Rencana siang ini rombongan menteri singgah di Tolitoli karena pak Menteri akan menyerahkan sejumlah bantuan kepada Pemda Tolitoli," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Andi Syahrul Yotolemba, di Kota Palu, Selasa.
Syahrul mengatakan, selepas makan siang, menteri bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Buol melalui darat, sebab pelantikan akan berlangsung Rabu pagi.
Amiruddin Rauf/Syamsuddin Koloi akan dilantik oleh Gubernur Longki Djanggola atas nama Menteri Dalam Negeri.
Amiruddin/Syamsuddin menggantikan bupati sebelumnya Amran Batalipu yang kini sedang diproses hukum atas tuduhan menerima suap dari perusahaan perkebunan sawit di daerah itu.
Amiruddin/Syamsuddin terpilih melalui Pilkada Buol 4 Juli 2012 dengan memperoleh 36.436 suara atau 48,77 persen dari 74.704 partisipasi pemilih. Sementara Amran Batalipu yang berpasangan dengan Machmud Baculu memperoleh 29.755 suara atau 39,83 persen. Pasangan yang diusung Partai Golkar dan PKPB tersebut berada di urutan kedua dari empat pasangan calon.
Dua pasangan lainnya yakni Ramli Kadadia/Abdilah Bandung memperoleh 5.353 suara atau 7,17 persen. Serta urutan keempat pasangan Syahril Pusadan/Ahmad Andi Makka sebanyak 2.348 atau 3,14 persen.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah Zainal Daud yang ikut mendampingi Menteri PDT Helmy Faisal mengatakan, kehadiran menteri dari PKB tersebut untuk memberikan dukungan kepada Bupati Buol terpilih yang juga diusung oleh PKB bersama partai koalisi lainnya.
"Pak menteri juga akan menyerahkan bantuan kepada pemerintah Kabupaten Buol khususnya di sektor pertanian," tuturnya.
Zainal mengatakan, Buol sebagai salah satu daerah tertinggal di Sulawesi Tengah, akan terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat agar daerah itu bisa bangkit dari ketertinggalan.(rr)

KTM Buol Belum Kantongi Izin Amdal



 
 
 
KTM Buol Belum Kantongi Izin Amdal

PEKERJAAN jembatan tepat di depan pintu gerbang masuk ke lokasi KTM. Terlihat lahan yang gundul akibat pembabatan hutan. FOTO: SYARIF/MS

BUOL, MERCUSUAR – Mega proyek Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol ternyata belum mengantongi izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Buol Ir Said Gontjeng yang ditemui usai menghadiri kegiatan peresmian rumah dinas Kejaksaan Negeri Buol, Selasa (3/11) membenarkan hal tersebut. “Setahu saya belum ada, sebab sayakan baru dua bulan di BLH, tapi coba tanya ke Pak Taufik dia yang tangani itu,” kata Said Gontjeng.
Taufik, yang membidangi perizinan pada kantor BLH juga membenarkan bahwa pekerjaan proyek KTM yang saat ini sudah dimulakan itu memang belum memiliki amdal. Bupati Buol Amran Batalipu mengatakan, pihaknya saat ini masih sedang mengurus perizinan amdal tersebut. Dari 120 hektar luas lahan KTM, sejauh ini 20 hektar lahan sedang dikerjakan pemerintah provinsi (pemprov) untuk pengerukan harian.
Sedangkan pekerjaan lanjutan akan ditangani langsung Pemkab Buol pada tahun 2010.
Menurut Amran, bila penanganan terus ditangani pemprov, kendala yang akan dihadapi terlalu banyak. Selain itu, pengambilalihan penanganan pekerjaan oleh Pemkab karena objek lokasi yang berada di Kabupaten Buol.
”Kalau yang urus provinsi, kemungkinan dalam proses pengurusan seperti amdal nanti akan lambat, untuk sekarang ini saya lagi berjuang terus agar proyek ini
ditangani kabupaten. Supaya kita tahu apa kekurangannya,” kata Amran.
Belum juga diperoleh keterangan total anggaran untuk KTM tersebut termasuk desain KTM.
Sedangkan terkait keberadaan proyek KTM itu, pemkab berencana dalam waktu dekat bakal menggelar seminar. Dalam seminar tersebut banyak hal yang akan dibahas, termasuk soal dampak lingkungan dari pembangunan KTM.
Untuk KTM Tiloan, izinnya sebanyak tiga jenis, masing-masing izin perumahan yang ditempati warga, izin pembangunan jalan dan izin pembangunan perkantoran.
Pantauan Mercusuar di lokasi KTM di Kecamatan Tiloan, Sabtu (31/10) terlihat sekian hektar hutan di lokasi tersebut gundul akibat adanya penebangan pembukaan lokasi.RIF

Kesan Lain Saat Sosialisasi REDD+ di Buol – Sulawesi Tengah

Kesan Lain Saat Sosialisasi REDD+ di Buol – Sulawesi Tengah


Setelah disibukan dengan beberapa pekerjaan di dunia nyata, baru kini dapat berselancar kembali di dunia maya untuk menyapa para sobat blogger yang baik. Akhir-akhir ini, saya melaksanakan tugas di luar kota dalam rangka sosialisasi awal dan pengumpulan data guna penetapan kabupaten prioritas lokasi demonstration activities REDD+. Karena ini, lebih dari satu minggu saya tidak meng-update postingan blog.
Kegiatan sosialisasi dan pengumpulan data merupakan salah satu rangkaian dari program penyiapan implementasi REDD+ di Provinsi Sulawesi Tengah, untuk memilih lima kabupaten sebagai lokasi pilot. Kegiatan ini diantaranya dilakukan di Kabupaten Buol, salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi tengah yang terletak kurang lebih 806 km dari kota Palu.
REDD+ (Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation plus) merupakan mekanisme pemberian insentif dari negara maju ke negara berkembang apabila negara berkembang mampu menurunkan emisi gas rumah kaca (karbon). Sosialisasi tentang mekanisme REDD+ disambut baik oleh pemerintah Kabupaten Buol. Melalui surat resmi, Bupati Buol menyatakan berminat untuk menjadi kabupaten pilot REDD+ di Provinsi Sulawesi Tengah.
Disamping kesan positif atas sambutan hangat pemerintah Kabupaten Buol sehingga pelaksanaan sosialisasi dan pengambilan data terlaksana dengan lancar, kesan lain adalah seperti halnya setiap kali saya mendapat tugas luar ke kabupaten, yaitu kesan atas pemandangan di sepanjang perjalanan. Oleh karena itu, tulisan ini tidak membicarakan tentang materi sosialisasi ataupun skema REDD+ yang agak njelimet, melainkan tulisan tentang ungkapan pengalaman dan kesan saya di sepanjang perjalanan pergi dan pulang antara Kota Palu dengan Kabupaten Buol.
Untuk menuju Kabupaten Buol, sebenarnya dapat ditempuh melalui transportasi udara, dengan pesawat seperti type Cassa. Namun, saya bersama anggota tim menempuh perjalanan lewat darat. Disamping pertimbangan yang agak konyol karena takut naik pesawat berukuran kecil, juga karena pengen lihat pemandangan sekitar perjalanan. Alasan lain dari salah satu anggota tim, karena ingin mampir silaturrahmi ke rumah mertuanya yang ada di Kabupaten Tolitoli, salah satu kabupaten yang dilalui dalam perjalanan dan terletak sebelum Kabupaten Buol.
Perjalanan antara Kota Palu dengan Kabupaten Buol kurang lebih memakan waktu lima belas jam. Dengan kondisi jalan tidak seperti jalan Pantura  di Jawa yang luas dan lurus, perjalanan menuju Kabupaten Buol ditempuh dengan melewati pinggiran pantai dan perbukitan sehingga lebih banyak jalan yang berkelak-kelok. Orang yang baru datang ke Sulawesi Tengah, biasanya akan kaget atau bahkan mabuk perjalanan saat mendapati jalan yang berkelak-kelok seperti ular. Saat pergi pun, saya sempat masuk angin karena sebelumnya saya dalam kondisi kurang fit. Tapi nggak lama, setelah istirahat di salah satu warung untuk minum kopi, masuk angin hilang dan perjalanan dilanjutkan kembali.
Kondisi jalan berkelak-kelok karena banyak melewati pinggiran pantai dan perbukitan bahkan pegunungan menjadi tidak terasa, karena pemandangan di sekitar perjalanan sangat indah. Pemandangan indah yang banyak dijumpai diantaranya adalah hutan pantai dengan tumbuhan paling umum adalah mangrove, yang dapat mentolelir air asin dan tanah bergaram. Hutan pantai menjadi habitat bagi berbagai jenis serangga, hewan dan tempat bersarang berbagai burung. Semak rerumputan dan tanaman merambat pantai memiliki akar serabut yang dapat menahan pasir pantai sehingga terlindung dari erosi oleh ombak dan arus air laut.
Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya kami mengagumi keindahan alam. Sopir yang mengendarai mobil yang kami sewa, berkali-kali mengatakan “mestinya danau yang indah, laut yang indah, pantai yang indah, hutan yang indah dan alam lainnya yang indah ini dikelola, agar banyak dikunjungi wisatawan  dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal”.
Untuk urusan makan atau sekedar minum kopi, pada perjalanan menuju Kabupaten Buol banyak dijumpai warung-warung makan di pinggir pantai yang menyediakan ikan bakar segar dengan harga yang murah. Foto di bawah ini, merupakan salah satu warung makan ikan bakar di pinggir pantai Pesik, Tolitoli, yang sempat saya potret dari sisi belakang.
Sulawesi Tengah memang benar-benar kaya akan sumberdaya laut. Saat singgah di rumah mertua salah satu anggota tim, di Kota Tolitoli, kami dan tuan rumah bersama-sama bakar ikan. Di sini kami makan ikan sepuas-puasnya, teman-teman yang terbiasa makan ikan sampai bisa menghabiskan dua puluh ekor, yang dimakan tanpa nasi.
Kesan lainnya adalah beberapa warung di perjalanan menjual buah durian dengan harga yang cukup murah. Kebetulan saat kami ke sana bertepatan dengan musim durian. Dua kali kami singgah di warung di pinggir jalan untuk makan durian. Karena kebanyakan makan durian, seorang teman merasakan tegang di lehernya. Durian memang enak, kalo saja tidak ingat bahaya kolesterol, sayapun pengennya makan terus. “mumpung murah, hehehe…”.
Kabupaten Buol merupakan daerah berkembang, dengan wilayah membentang dari arah Barat ke Timur dan melebar dari arah Utara ke Selatan. Dilihat dari posisinya, Kabupaten Buol terletak di bagian paling utara Sulawesi yang merupakan jalur strategis yang menghubungkan Gorontalo dengan Sulawesi Tengah. Dilihat dari posisinya di permukaan bumi, wilayah Kabupaten Buol secara umum terletak di kawasan hutan dan lembah pegunungan serta kawasan lainnya terletak pada pesisir pantai yang sebagian terletak di perairan Laut Sulawesi.
Di Kota Buol, kami menginap di salah satu hotel yang terletak di pinggir pantai. Pada malam hari, setelah tidak ada suara televisi, deburan ombak air laut terdengar hingga di kamar hotel, seperti ada di dalam kapal laut. Terasa sangat alami sekali.
Ketika pulang, kami singgah kembali di Kabupaten Tolitoli. Pada dua belas tahun yang lalu, Buol masih merupakan bagian dari Kabupaten ini, yang saat itu masih bernama Kabupaten Buol Tolitoli. Setelah era reformasi, Tolitoli dan Buol masing-masing menjadi kabupaten. Di kota ini, kami memyempatkan belanja jajanan khas Tolitoli, diantaranya dampo (dodol yang terbuat dari durian), keripik dari buah nangka dan keripik dari buah sukun.
Perjalanan antara Kota Tolitoli menuju Kota Palu kurang lebih ditempuh selama sebelas jam. Sewaktu di perjalanan, di sekitar wilayah Tompe Kabupaten Donggala, kami berhenti beberapa saat untuk menyaksikan sunset, dan istirahat minum kopi.
Dengan segala kekayaan dan keindahan alamnya, bangsa Indonesia sepatutnya pandai bersyukur. Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai syukur dalam segala praktek kehidupan, sehingga kekayaan dan keindahan alam ini dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lestari bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi Tengah.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Kabupaten Buol Dan “Pak De Nakal Ala 8 Ball dan NGAPZ”

Habis sahur iseng nyari gambar-gambar sangar, gak sengaja nemu website Kabupaten Buol (http://www.buolkab.go.id), yang lagi kena deface. (kurang kerjaan bener yang lakuin itu) yang menarik bukan hasil deface-nya tapi lagu background yang mengiringi. Sumpah pengen ketawa saat mendengarnya, Lirik , kritis “blak-blakan” dikemas dengan bahasa lucu. :D . Kabupaten BuolLagu yang berdurasi kurangd ari 4menit ini diawali dengan kata-kata menggelitik. Judulnya Pak De Nakal.  oleh 8 Ball dan NGAPZ.
Setelah ubek-ubek youtube akhirnya nemu lagu ini dalam bentuk video.  Ok.. lansung saja simak lagunya! kalau butuh lirik jangan khawatir sudah saya tulis dibawah video.
Bapak anggota dewan orang orang pilihan
Jangan malas gitu waktu rapat enak enakan
Amanat yang kau emban itu tanggung jawab
Bukan malah enak tidur di kursi terlelap
Sibuk sama handphone, atau baca koran
Sidang lagi seru malah asik sendirian
Yang di depan pidato dibelakang malah dongo
Gak taunya bapak sableng nonton video porno
Rakyat kelaparan bapak malah cabul
Nanti disumpah mandul hati-hati terkabul
Gak usah mikir gedung segala mau dirombak
Kalo mental yang di dalam masih ada yang rusak
Makan gaji buta lukai rakyat jelata
Bisa melihat nyata namun mata hati buta
Jangan nuntut lebih nanti dibilang lebay
Sudah tua bisa mikir jangan kayak alay
Bapak dewan mewakili rakyat
Bukan tidur tiduran atau baca koran
Bapak dewan anda pegang amanat
Bukan malas malasan gunakanlah pikiran
Waktu nyalonin diri janjinya muluk muluk
Kayak ayam lapar lantang nian kukuruyuk
Rebutin kursi empuk buat bisa nyantai
Pas terbuai harta tugas pokok jadi lalai
Janji manis tergadai bapak dewan terlena
Kesampingkan kepentingan diluar sana
Karena sekarang jadi rahasia umum
Disela rapat ada yang tidur dan juga mesum
Mungkin si om pengen gitu-gituan
mangkanya bikin hal yang gak karu-karuan
tapi sayang doi emang lagi apes
pas ke gab kasian muka pucet langsung nervous
emang sih om kliatan cukup normal
tapi ko kaya orang ga punya moral
kalo begini apa dia tau pasal
jangan-jangan pancasila aja kaga hafal
Bapak dewan mewakili rakyat
Bukan tidur tiduran atau baca koran
Bapak dewan anda pegang amanat
Bukan malas malasan gunakanlah pikiran
Tiap hari nonton tv nonton berita
disana-sini lagi heboh banyak cerita
ada cerita artis ada cerita bisnis
semua ga pernah kelar gak sampe finish
eh timbul kasus nonton video porno
film yang bunyinya oh yes oh no..
nah yang ke gab sebut aja om funky
yang berdasi pasti dia laki-laki
koleksi nya mungkin lebih dari 2 giga
belom tau yang lain jangan-jangan tak terhingga
kalo kampanye umbar janji sambil berlaga
tau-tau nya bikin malu keluarga
lagu ini bukan untuk sok tau
tapi kebenaran itu yang itu kita mau
kalo ada salah kata jangan nyolot
rakyat teriak Bapa jangan belaga bolot
Bapak dewan mewakili rakyat
Bukan tidur tiduran atau baca koran
Bapak dewan anda pegang amanat
Bukan malas malasan gunakanlah pikiran
Semoga sang admin segera mengetahui kalau website pemkab Kabupaten Buol kena deface dan segera diperbaiki. Kabupaten Buol adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Buol. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.507 km² dan berpenduduk sebanyak 117.028 jiwa.